Kesultanan Nusantara

Kesultanan Nusantara diprakarsai setelah proses pembelajaran mengenai Mataram Islam. Hal ini dikarenakan pemegang kekuasaan nusantara dipengaruhi oleh raja-raja yang tersebar di seluruh pulau.Pentingnya merekam jejak Kesultanan Nusantara adalah sekaligus mempelajari khasanah budaya dan pakem atau tata cara kehidupan masyarakat setempat. Khasanah Kesultanan Nusantara dapat dijadikan patokan agar masyarakat dapat mengenali jati diri bangsanya masing-masing.Setiap daerah kepulauan memiliki ciri khas berbeda.Misal Melayu Minang berbeda dengan Melayu Pontianak. Jawa di Yogyakarta berbeda dengan Jawa di Surabaya maupun Solo. Selain itu potensi alam, kerajinan, seni budaya, wisatanya memiliki kekayaan yang luas untuk dipelajari dan ditelusuri.

 

Kesultanan Nusantara 2017

  • Bekerjasama dengan Festival Keraton Nusantara Cirebon
  • Melakukan Ekspedisi Kesultanan Nusantara
  • Menggagas film dokumenter: Sunan Gunung Jati, Fatahillah, dan Maulana Hasanuddin, tokoh berpengaruh besar di Cirebon, Banten, dan Jayakarta.
  • Menyiapkan produksi film layar lebar tahun 2020.

Kesultanan Nusantara 2018

  • Mengadakan Seremoni Melayu Rancak bersama komunitas Melayu Rancak di Jakarta.
  • Mengadakan Forum Group Discussion antar masyarakat Melayu.
  • Merancang produksi dokumenter Ekspedisi Kesultanan Nusantara tahun 2019.

 

Mataram Islam

Program Mataram Islam adalah kelanjutan dari Mataram Kuno, dimana tanah mentaok era Mataram Kuno di Kota Gede menjadi tanah perdikan yang diberikan kepada Ki Ageng Pamanahan dan putranya Panembahan Senopati. Mataram Islam memiliki sejarah memilukan sekaligus awalnya kebangkitan nusantara di Indonesia, dimana kerajaan-kerajaan Islam mulai tumbuh dan berkembang di Indonesia.Sejarahnya Mataram Islam mengiringi masuknya Islam di nusantara, dibarengi kebutuhan bangsa Eropa terhadap hasil alam Indonesia.Tokoh Mataram Islammempengaruhi kemerdekaan nusantara.Hingga kini peninggalan Mataram Islam masih ada, diantaranya di Jawa Tengah, Keraton Yogyakarta dan Solo.Kisahnya dikupas melalui kegiatan ekspedisi dan karya dokumenter.

Mataram Kuno tahun 2016

  • Menggagas program Ekspedisi Mataram Islam.
  • Proses diskusi dan dialog bersama sejarawan dan budayawan asal Solo dan Yogyakarta.
  • Menghasilkan 26 sinopsis film dokumenter.
  • Hingga kini masih proses pengkajian, riset, dan data.

 

ADVENTURE DOCUMENTARY FESTIVAL ACADEMY

Jl IKPN no 8 RT 002 RW 012 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan 12330 www.adventuredocumentaryfestival.org | adf.heritage@gmail.com

Copyright © 2018 Adventure Documentary Festival Academy. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang.

To Top